MOJOKERTO – MA Unggulan Amanatul Ummah Program Berbasis Internasional (MBI) kembali menggelar agenda tahunan Rapat Kerja (Raker) untuk menyambut tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 12 hingga 13 Juli 2026 bertempat di Gedung Istana Afia, dan dihadiri oleh seluruh dewan guru, asatidz, serta fungsionaris MBI Amanatul Ummah.

Pada tahun ini, Raker MBI mengusung tema agung “MBI Berkarakter, Berbudaya, dan Bermartabat” yang dipadukan dengan jargon penyemangat “Let the next chapter begin”. Forum ini menjadi wadah strategis bagi seluruh sivitas akademika MBI untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus merumuskan arah kebijakan pendidikan dan kurikulum selama satu tahun ke depan.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Raker, dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Raker ini merupakan fasilitas utama bagi para guru untuk menyalurkan gagasan dan ide-ide progresif.

“Rapat kerja ini adalah tempat untuk kita menyalurkan ide dan gagasan yang akan dijalankan setahun ke depan. Jika ada saran dan masukan, di sinilah tempat untuk memperjuangkannya demi kebaikan masa ajaran 2026-2027,” tuturnya.

Setelah itu, acara dibuka secara resmi oleh Koordinator MBI Amanatul Ummah, Gus Dr. H. Muhammad Ilyas, Lc., M.A. Dalam arahan komprehensifnya, Gus Ilyas menyoroti peran krusial seorang pendidik. Beliau menegaskan bahwa selain murid, guru adalah komponen paling penting dalam menyukseskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Puncak pembukaan acara ditandai dengan arahan komprehensif dari Koordinator MBI Amanatul Ummah, Gus Dr. H. Muhammad Ilyas, Lc., M.A. Menyambung amanat Pengasuh Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., Gus Ilyas menekankan lima pilar tanggung jawab mutlak seorang guru MBI: kewajiban meningkatkan kompetensi diri secara berkelanjutan, keutuhan dalam mentransfer kurikulum demi kesiapan seleksi perguruan tinggi, keharusan menjadi teladan moral (uswah hasanah) di lingkungan madrasah, kepedulian tulus yang memandang siswa layaknya anak kandung sendiri, serta dedikasi spiritual melalui rutinitas doa bagi kesuksesan anak didik.

Lebih jauh, Gus Ilyas mendorong seluruh elemen pendidik untuk keluar dari zona nyaman dan bersikap adaptif terhadap dinamika pendidikan nasional. Beliau secara khusus menggarisbawahi urgensi peningkatan kualitas lulusan yang berdaya saing, terutama dalam menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bergengsi melalui jalur tes tertulis (SNBT), guna membuktikan kapasitas riil akademis siswa.

“Tidak mungkin selamanya kita berada di zona nyaman. Kita harus terus mengevaluasi output dari proses pembelajaran yang kita berikan, apakah benar-benar berdaya saing ketika menghadapi ujian sesungguhnya. Mari kita pecahkan masalah-masalah tersebut bersama dalam raker ini,” pesan Gus Ilyas.

Dengan terselenggaranya Rapat Kerja ini, diharapkan MA Unggulan Amanatul Ummah Program Berbasis Internasional (MBI) dapat menghasilkan sistem KBM yang semakin solid dan visioner. Ke depannya, MBI ditargetkan semakin kokoh dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan kompetitif secara intelektual, sekaligus teguh dalam berkarakter, berbudaya, dan bermartabat tinggi.