MOJOKERTO – Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan pencetak generasi berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Hal ini dibuktikan melalui pemaparan peta jalan strategis dalam agenda “Audiensi dan Sharing Program Akademis Kelas XI” yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (4/7/2027).

Agenda strategis ini merupakan inisiasi langsung dari tim Hubungan Masyarakat (Humas) MBI sebagai bentuk respons proaktif dan adaptif terhadap pesatnya dinamika perkembangan akademis saat ini. Melalui langkah preventif dan informatif dari Humas ini, pertemuan yang dihadiri oleh para wali santri tersebut mengupas tuntas kurikulum serta program intensif yang disiapkan madrasah untuk mengantarkan para santri menuju perguruan tinggi impian. Terdapat empat pilar program unggulan yang ditawarkan, yakni Fashul Khos, Grand School (GS), Kelas Olimpiade/IPA Reguler, dan Kelas Sosial Humaniora (Soshum).

Mencetak Kader Ulama Intelektual di Timur Tengah Bagi santri yang bercita-cita melanjutkan studi ke negara-negara Timur Tengah seperti Mesir, Maroko, Tunisia, dan Yordania, MBI menghadirkan program Fashul Khos. Ustad M.Z. Khofifi, M.H.I., selaku narasumber menjelaskan bahwa program ini memberlakukan standar yang sangat ketat.

“Penerimaan siswa melalui seleksi tes tulis dan wawancara dengan standar kemampuan bahasa Arab, khususnya Nahwu Shorof. Kurikulum di Fashul Khos mencakup 90 persen materi keislaman berbasis bahasa Arab dan 10 persen materi umum,” paparnya.

Untuk menjaga fokus dan kualitas kelulusan, santri yang lolos diwajibkan menandatangani surat komitmen bersama orang tua. Konsekuensi dari program ini adalah santri harus fokus penuh pada studi Timur Tengah dan melepaskan hak pendaftaran SNBP/SNBT. Ketegasan sistem yang telah berjalan selama delapan tahun ini terbukti sukses mengantarkan ratusan alumni MBI ke berbagai universitas ternama di Timur Tengah.

Grand School (GS): Gerbang Menuju Kampus Top Non-Timur Tengah Sebagai bentuk inovasi dan respons terhadap tingginya minat studi ke negara maju lainnya, MBI Amanatul Ummah meluncurkan program Grand School (GS) pada Oktober tahun lalu. Program yang dikoordinatori oleh Mam Atika ini menargetkan negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Taiwan, dan Jepang.

Program ini berfokus pada persiapan sertifikasi bahasa internasional seperti IELTS, SAT, HSK, dan JLPT. Melalui seleksi ketat, saat ini terpilih 25 santri putra dan 25 santri putri yang difokuskan untuk mengejar berbagai beasiswa internasional bergengsi, seperti Garuda Scholarship, MEXT (Jepang), hingga Australian Awards. Sama halnya dengan Fashul Khos, siswa GS juga difokuskan murni untuk luar negeri dan tidak masuk dalam daftar eligible SNBP.

Mendominasi Kompetisi Sains dan Penetrasi PTN Favorit Bagi santri yang berorientasi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) top dalam negeri dan sekolah kedinasan, MBI memfasilitasi melalui Kelas IPA Reguler, Olimpiade, dan Soshum.

Ustad Andre, pengampu Kelas Olimpiade dan IPA, menjelaskan bahwa MBI sangat serius membidik prestasi akademik tingkat nasional hingga internasional (OSN). Kelas Olimpiade, yang terbagi menjadi Sains-Teknologi dan Soshum, mendapatkan jam bimbingan intensif tambahan setiap akhir pekan. Nantinya, siswa dari jalur reguler IPA dan IPS inilah yang akan dimaksimalkan untuk mengisi kuota eligible SNBP MBI Amanatul Ummah.

Sementara itu, untuk siswa dengan kecerdasan sosial dan pemikiran kritis, Ibu Ayun memaparkan bahwa Kelas Soshum dirancang khusus untuk mencetak ahli ekonomi, komunikasi, hubungan internasional, hingga hukum.

Strategi Pendidikan yang Terukur Sistem pendidikan yang sangat terkotak, terarah, dan memiliki jalur (pathway) yang jelas ini menunjukkan betapa matangnya perencanaan akademik di MBI Amanatul Ummah. Pemisahan fokus antara siswa yang menuju Timur Tengah, negara Barat/Asia Timur, dan PTN dalam negeri memastikan bahwa setiap santri mendapatkan pembinaan yang relevan, spesifik, dan maksimal sesuai target masa depan mereka.

Melalui transparansi informasi sejak dini kepada wali santri—termasuk estimasi biaya hidup dan peluang beasiswa—MBI Amanatul Ummah tidak hanya membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang berprestasi, tetapi juga sebagai institusi yang profesional dalam merancang masa depan generasi bangsa.