Dorong Santri Lanjutkan Studi, MBI Amanatul Ummah Mojokerto Sosialisasikan Program Beasiswa Kemenag 2026

MOJOKERTO – Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah Pacet, Kabupaten Mojokerto, menggelar Kegiatan Sosialisasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2026. Agenda yang diselenggarakan pada Kamis (14/5/2026) ini ditujukan bagi para santri serta siswa jenjang MA dan SMA di lingkungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag.


Kegiatan ini berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. Dalam sambutannya di hadapan para dewan guru dan siswa, Kiai Asep berpesan “bahwa pesantren bukan sekadar tempat mengaji, melainkan pusat perlawanan ideologis dan fisik terhadap penjajahan. Ia mengingatkan kembali pada tonggak sejarah lahirnya Resolusi Jihad yang digagas oleh para ulama seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Chasbullah, dan KH. Abdul Chalim, yang sukses mempersatukan perjuangan rakyat.”
Memasuki sesi inti, Ketua PUSPENMA RI, Ruchman Basori, memaparkan lima skema utama beasiswa Kemenag tahun 2026, yaitu:

  • Beasiswa Unggulan Keagamaan (S1, S2, S3): Terbuka untuk program studi keagamaan maupun umum di kampus berakreditasi unggul, baik di dalam maupun luar negeri.
  • Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB): Dikhususkan bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke PTKIN, Ma’had Aly, dan kampus umum mitra Kemenag.
  • Beasiswa Gelar Ganda (Double Degree): Memungkinkan mahasiswa mendapat dua gelar sarjana sekaligus dari kampus dalam negeri dan luar negeri (misalnya, kuliah di Indonesia namun terafiliasi dengan kampus di Australia atau Inggris).
  • Beasiswa Akselerasi: Program percepatan studi dari S1 langsung berlanjut ke S2, atau S2 berlanjut ke S3.
  • Bantuan Penyelesaian Pendidikan: Dana bantuan khusus untuk penyelesaian tugas akhir, tesis, atau disertasi bagi mahasiswa program magister dan doktoral.

Ruchman juga menjelaskan bahwa beasiswa ini menanggung penuh (fully funded) kebutuhan mahasiswa. Komponen pembiayaan meliputi biaya pendaftaran, SPP/UKT, asuransi kesehatan, biaya buku tahunan, biaya penelitian atau skripsi, hingga transportasi keberangkatan dan kepulangan.


“Untuk biaya hidup (living cost) mahasiswa S1 di dalam negeri, akan diberikan sekitar Rp2,3 juta per bulan. Itu sudah sangat cukup,” jelasnya.
Terkait jalur pendaftaran, ia merinci bahwa peserta dapat menggunakan Jalur LoA (sudah memiliki bukti diterima di PTN lewat jalur SNBP/SNBT/Mandiri) atau Jalur Reguler/Non-LoA (belum diterima di kampus mana pun, namun diberi waktu mencari kampus hingga bulan September apabila dinyatakan lolos seleksi beasiswa).


Sebagai penutup, Koordinator MBI Amanatul Ummah, Dr. Muhammad Ilyas, Lc., M.A., atau yang akrab disapa Gus Ilyas, menyampaikan “bahwa sosialisasi ini merupakan momentum berharga bagi para santri. Ia berharap seluruh siswa dan siswi dapat menyerap manfaat serta pelajaran dari pemaparan yang telah diberikan oleh perwakilan Kemenag tersebut”.


Lebih lanjut, Gus Ilyas menekankan bahwa institusi pesantren di era modern ini terus mengukuhkan posisinya. Tidak hanya sekadar menjadi kawah candradimuka bagi pendidikan agama, tetapi juga berperan vital sebagai basis pertahanan moral dan pencetak generasi pejuang.
“Alhamdulillah, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, banyak kakak kelas kalian yang berhasil mendapatkan program beasiswa BIB maupun PBSB,” pungkas Gus Ilyas.

Share:

More Posts