Pertemuan Inspiratif; Jejak Langkah Merpererat Ukhuwah

Perbincangan yang dinamis antara tokoh inspiratif dan generasi muda mulai menemukan arah yang konstruktif. Abah Dahlan (Panggilan akrab Dahlan Iskan) menerima kunjungan para inspirator muda sekaligus pengurus lembaga pendidikan MBI Amanatul Ummah yang diwakili oleh Gus Ilyas, Ust Miftahul Huda dan Ust Imam Hidayat dalam sebuah forum diskusi dan pertukaran gagasan yang asyik tersebut.

Diskusi berlangsung secara santai serius. Obrolan yang ditemani kopi hitam dan gorengan membawa ke beberapa inti pembahasan yang mencakup berbagai isu strategis. Mulai dari tantangan yang dihadapi dunia pesantren, peran media dalam membentuk peradaban baru hingga eksistensi pemuda dalam pembangunan bangsa. Selain itu, pembahasan juga mengarah pada bagaimana pesantren mampu berdiri tegak menjadi pendidikan Islam berkualitas yang termanifestasikan dalam visi misi Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Abah Dahlan menegaskan  ”tantangan utama pemuda pesantren tidak hanya terletak pada aspek akademik atau keterampilan an sich, tetapi juga pada misi peradaban yang lebih luas, yaitu mengembalikan kejayaan Islam dalam konteks yang relevan dengan zaman. Kejayaan yang dimaksud bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan upaya membangun kembali tradisi keilmuan, etos kerja, dan kontribusi nyata umat Islam dalam bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, dan sosial. Dalam hal ini, pemuda pesantren dituntut mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang kuat dengan kompetensi modern. Sehingga dapat tampil sebagai agen perubahan yang solutif dan berdaya saing,” tegasnya dengan nada pelan.

”Oleh karena itu, pemuda pesantren perlu membangun keteguhan nilai dan kedewasaan intelektual agar tidak mudah terombang-ambing oleh tren. Mereka dituntut selektif dalam menyerap budaya, mampu membedakan antara inovasi yang bermanfaat dan pengaruh yang merusak. Dengan demikian, sikap tidak FOMO (Rasa takut berlebihan, cemas ketinggalan informasi) bukan berarti menolak modernitas, melainkan menempatkan diri secara proporsional—tetap terbuka terhadap perkembangan zaman, namun berakar kuat pada nilai-nilai keislaman.”

Senada dengan Abah Dahlan, Gus Ilyas juga mengikhbarkan ”Kami pengurus lembaga MBI Amanatul Ummah sowan untuk silaturahmi kepada Abah Dahlan  dalam rangka diskusi reflektif mengenai berbagai fenomena sosial yang berkembang di kalangan pemuda saat ini. Diskusi yang berlangsung santai serius tersebut menghasilkan sejumlah perspektif strategis atau cara pandang baru yang relevan dengan nilai-nilai penguatan karakter maupun kapasitas generasi muda di era 4.0. Pemikiran-pemikiran progresif yang disampaikan Abah Dahlan ke kami menjadi landasan konseptual bagi Amanatul Ummah, khususnya dalam pengembangan MBI Amanatul Ummah secara makro untuk terus melakukan pembenahan institusional, peningkatan kualitas pembelajaran serta sigap menjawab tantangan zaman. Dengan demikian, diharapkan para santri mampu terlibat aktif dalam berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara melalui nilai-nilai keteladanan yang tercermin dalam perjalanan hidup Abah Dahlan,” tegas koordinator MBI, sekaligus putra Prof. Dr. K.H. Asep Saifudin Chalim., MA, Gus Ilyas pada sela-sela diskusinya. Sebagai penutup, forum diskusi ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan peran generasi muda pesantren sebagai aktor perubahan dalam membangun pendidikan Islam yang berkualitas. Kualitas tersebut berangkat dari madrasah yang unggul—yang mampu mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang, tanpa melepaskan nilai-nilai khas pesantren seperti keikhlasan, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Dengan fondasi itu, pemuda pesantren diharapkan tidak hanya menjadi penerus tradisi, tetapi juga penggerak inovasi yang membawa pendidikan Islam menuju relevansi dan keunggulan di era modern, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.

Oleh ; Eko David Syifaur Rohman
Mojokerto. 29 April 2026

Share:

More Posts

Selamat dan sukses

Selamat dan sukses kepada ananda Azka Umar Ataurrahman (XII.7), santri MBI Amanatul Ummah, yang telah diterima di Universitas Brawijaya melalui jalur International Undergraduate Program pada